Selasa, 02 Juni 2020

Materi Atletik (Sprint)


MATERI ATLETIK 
LARI SPRINT KELAS 7

Oleh : Tri Palupi, S.Pd MTs Negeri 8 Kebumen




A. Aktivitas Pembelajaran Atletik 
     Melalui Lari Jarak Pendek

Lari adalah gerakan melangkah dengan kecepatan tinggi.

Nomor-nomor dalam lari terdiri atas :

1. Lari jarak pendek:
a. putra: 100 m, 200 m, dan 400 m
b. putri: 100 m, 200 m, dan 400 m
2. Lari jarak menengah:
a. putra: 800 m, 1.500 m, 3.000 m (special chosse)
b. putri: 800 m, 1.500m, 3.000 m
3. Lari jarak jauh putra: 5.000 m, 10.000 m
4. Jalan cepat:
a. putra: 10 km, 20 km
b. putri: 5 km, 10 km
5. Lari estafet:
a. putra: 4 × 100 m, 4 × 400 m
b. putri: 4 × 100 m, 4 × 400 m
6. Lari gawang:
a. putra: 110 m, 400 m
b. putri: 100 m, 400 m
7. Lari maraton putra/putri: 42,195 km




a. Aktivitas Pembelajaran Atletik 
lari jarak pendek

Perlombaan lari jarak pendek dalam dunia atletik internasional disebut sebagai lari
sprint atau lari cepat. Seorang pelari jarak pendek biasanya dipanggil dengan sebutan sprinter. Nomor lari jarak pendek yang diperlombakan pada event internasional, jika diadakan dilapangan terbuka (outdoor), meliputi nomor lari 100 m, 200 m, dan 400 m. Lari jarak pendek yang dilombakan dilapangan tertutup (indoor) meliputi, lari 50 m, 60 m, 200m, 400 m.
Lari cepat yaitu lari yang diperlombakan dengan cara berlari secepat-cepatnya (sprint)
yang dilaksanakan di dalam lintasan lari menempuh jarak 100 m, 200 m dan 400 m. Lari
cepat dapat dilakukan baik oleh pelari putera maupun puteri. Di dalam lomba lari cepat
setiap pelari tidak diperbolehkan keluar lintasannya masing-masing.
Kunci pertama yang harus dikuasai oleh pelari jarak pendek/sprint adalah start atau
pertolakan. Karena keterlambatan atau ketidak telitian pada waktu melakukan start sangat
merugikan pelari jarak pendek (sprinter). Oleh sebab itu, cara melakukan start yang baik
harus benar-benar diperhatikan dan dipelajari serta dilatih secermat mungkin.

1. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik start lari jarak pendek

Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan gerakan start lari jarak pendek berikut ini.

a. Aktivitas pembelajaran gerak dasar start panjang (Long start)

Cara melakukan start panjang adalah berikut ini.
1) Sikap jongkok dan rileks.
2) Lutut kaki kanan menempel di tanah.
3) Kaki kiri berada di depan dengan posisi jinjit.
4) Kedua tangan menempel di atas garis start dengan membentuk huruf “v”.
5) Pandangan rileks ke depan, konsentrasi pada aba-aba start berikutnya.

b. Aktivitas pembelajaran dasar spesifik start menengah (Medium start)


Cara melakukannya adalah berikut ini.
1) Sikap jongkok rileks.
2) Lutut kaki kanan menempel di tanah.
3) Kaki kiri berada di samping lutut kaki kanan dengan jarak } satu kepal.
4) Kedua tangan menempel di atas garis start dengan membentuk huruf “v”.
5) Pandangan rileks ke depan, konsentrasi pada aba-aba start berikutnya.






c. Aktivitas pembelajaran gerak dasar start pendek (Short start)

Cara melakukannya berikut ini.
1) Sikap jongkok rileks.
2) Lutut kaki kanan menempel di tanah.
3) Kaki kiri terletak di antara kaki kanan dan lutut kaki kanan.
4) Kedua tangan menempel di atas garis start dengan membentuk huruf “v”.
5) Pandangan rileks ke depan, dan konsentrasi pada aba-aba start berikutnya.


B. Aktivitas pembelajaran gerak dasar start jongkok dengan aba-aba start


Dalam melakukan start jongkok, ada tiga tahapan yang disesuaikan dengan aba-aba.

a. Aktivitas Pembelajaran Aba-aba “Bersedia”
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan gerakan start lari jarak pendek
aba-aba “Bersedia”, berikut ini.
(1) Salah satu lutut diletakkan di tanah dengan jarak } satu jengkal dari garis start. Kaki
      satunya diletakkan tepat di samping lutut yang menempel tanah } satu kepal.
(2) Badan membungkuk ke depan, kedua tangan terletak di tanah di belakang garis start,
      keempat jari rapat, ibu jari terbuka (membentuk huruf V).
(3) Kepala ditundukkan, leher rileks, pandangan ke bawah dan konsentrasi pada aba-aba
      berikutnya.






b. Aktivitas pembelajaran aba-aba “siap”

Siswa diminta untuk mengamati dan meragakangerakan start lari jarak pendek
aba-aba “Siap”, berikut ini.
 (1) Lutut yang menempel di tanah diangkat, panggul diangkat setinggi bahu dan berat
       badan dibawa ke muka kaki belakang membentuk sudut 120 derajat, sedangkan kaki
       depan membentuk sudut 90 derajat.
(2) Kepala tetap tunduk, leher rileks, pandangan ke bawah dan konsentrasi pada aba-aba     
      berikutnya.




c. Aktivitas pembelajaran aba-aba “ya”

Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan gerakan start lari jarak pendek
aba-aba “Ya”, berikut ini.

(1) Menolak ke depan dengan kekuatan penuh atau gerakan meluncur, tetapi jangan      
       melompat.
(2) Badan tetap condong ke depan disertai dengan gerakan lengan yang diayunkan.
(3) Dilanjutkan dengan gerakan langkah kaki pendek-pendek, tetapi cepat agar badan
      tidak jatuh ke depan (tersungkur).




3. Aktivitas Pembelajaran Gerak Dasar Lari Jarak Pendek (Sprint)

Siswa diminta untuk mengamati dan meragakangerakan lari jarak pendek berikut ini.

a. Prinsip lari cepat, yaitu lari pada ujung kaki, tumpuan kuat agar mendapat dorongan 
yang kuat
b. Sikap badan condong ke depan } 60o, sehingga titik berat badan selalu di depan.
c. Ayunan lengan kuat dan cepat, siku dilipat, kedua tangan menggenggam lemas agar
    gerakan langkah kaki juga cepat dan kuat.
d. Setelah } 20 m dari garis start, langkah diperlebar dan sikap badan dicondongkan ke
    depan tetap dipertahankan serta ayunan lengan dan gerakan langkah juga dipertahankan
    kecepatan serta kekuatan bahkan harus ditingkatkan.







   
4. Aktivitas pembelajaran gerak dasar memasuki garis finish lari jarak pendek

Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan gerakan memasuki garis finish lari
jarak pendek berikut ini.


a. Berlari secepat mungkin, jika perlu ditingkatkan kecepatannya seakan-akan garis finish
    masih 10 m di belakang garis sesungguhnya.
b. Setelah sampai } satu meter di depan garis finish, rebahkan badan ke depan tanpa
    mengurangi kecepatannya.
c. Sampai di garis finish, busungkan dada, tangan ditarik ke belakang atau putar salah
    satu bahu ke depan.






Gambar 4.12 Teknik gerakan finish lari jarak pendek


   Perhatikan Video Berikut ini 




C. Penilaian


Untuk mengerjakan ulangan harian, silahkan KLIK disini






Senin, 01 Juni 2020

KD 1.2 Permainan Bola Besar Bola Voli


Materi Permainan Bola Voli Kelas 7
Oleh : Tri Palupi, S.Pd MTs Negeri 8 Kebumen




A. Pengertian dan asal-usul bola voli

Permainan bola voli adalah suatu cabang olahraga melambungkan bola di udara hilir mudikdi atas jaring atau net, dengan maksud dapat menjatuhkan bola di dalam petak lapangan lawan untuk mencari kemenangan dalam bermain. Melambungkan dan memantulkan bola ke udara harus mempergunakan bagian tubuh mana saja (asalkan sentuhan/ pantulannya harus sempurna). Permainan bola voli mulanya dimainkan untuk aktivitas rekreasi, untuk para usahawan. Permainan bola voli kemudian berkembang dan menjadi populer di daerah pariwisata dan dilakukan di lapangan terbuka, tepatnya di Amerika Serikat pada musim panas tiba. Selanjutnya berkembang ke Kanada. Menggunakan gerakan internasional YMCA, permainan bola voli meluas ke negara lainnya, yaitu Kuba (tahun 1905), Puerto Rico (tahun 1909), Uruguay (tahun 1912), dan Cina serta Jepang 
(tahun 1913).
Permainan bola voli di Indonesia berkembang sangat pesat di seluruh lapisan masyarakat,
sehingga timbul klub-klub di kota besar di seluruh Indonesia. Dengan spesifik itulah, maka
pada tanggal 22 Januari 1945 PBVSI (Persatuan Bola voli Seluruh Indonesia) didirikan di
Jakarta bersamaan dengan kejuaraan nasional yang pertama. Pertandingan bola voli masuk
acara resmi dalam PON II di Jakarta dan POM I di Yogyakarta. Setelah tahun 1962
perkembangan bola voli seperti jamur tumbuh di musim hujan.


B. Lapangan Permainan Bola Voli

Gambar 1 Lapangan Bova Voli 
Sumber :  Muhajir.Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan/ Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.-- . Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016. 
C. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik permainan bola voli
Permainan bola voli merupakan permainan bola besar beregu yang memerlukan
keterampilan dan kerja sama yang baik. Kerja sama yang terjalin akan menghasilkan sebuah
prestasi yang baik pula. Tanpa kerja sama mustihal sebuah kemenangan akan didapatkan.
Untuk itu diperlukan gerak spesifik permainan yang beragam, baik individu maupun tim.
Jadi, bagaimanakah cara mempelajari gerak spesifik permainan bola voli yang benar?
Prinsip dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan
efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai suatu
hasil yang optimal. Gerak spesifik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara
memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku
untuk mencapai suatu hasil yang optimal. Gerak spesifik permainan bola voli yang harus
ditingkatkan keterampilannya antara lain: passing bawah, passing atas, smash dan spike, servis, dan bendungan. Sebelum mempelajari gerak spesifik permainan bola voli, siswa diminta untuk bermain bola voli yang dimodifikasi. Dalam bermain, siswa diharapkan dapat menunjukkan nilai-nilai sikap seperti: sportivitas, kerja sama, tanggung jawab, dan disiplin.
Setelah siswa bermain bola voli yang dimodifikasi, selanjutnya siswa diminta untuk
mempelajari gerak spesifik passing bawah permainan bola voli yang benar. Prinsip-prinsip
passing bawah permainan bola voli tersebut akan diuraikan secara lengkap berikut ini.
1). Aktivitas pembelajaran gerak dasar passing.
Passing adalah mengoperkan bola kepada teman seregunya dengan gerakan tertentu,
sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan kepada regu lawan.
Aktivitas pembelajaran gerak dasar passing bawah (dig pass).
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan gerakan passing bawah permainan bola
voli berikut ini.



a) Berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu dan lutut ditekuk.
b) Rapatkan dan luruskan kedua lengan di depan badan hingga kedua ibu jari sejajar.
c) Lakukan gerakan mengayunkan kedua lengan secara bersamaan dari bawah ke atas
hingga setinggi bahu.
d) Saat bola tersentuh kedua lengan kedua lutut diluruskan.
e) Perkenaan bola yang baik tepat pada pergelangan tangan.



Gambar 2 Aktivitas pembelajaran passing bawah permainan bola voli
Sumber : Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan: buku siswa / Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. -- Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,2014.


2). Aktivitas pembelajaran Servis Bawah
Pada mulanya servis hanya merupakan pukulan pembukaan untuk memulai suatu
permainan. Sesuai dengan kemajuan permainan, servis ditinjau dari sudut taktik merupakan
suatu serangan awal untuk mendapat nilai agar suatu regu berhasil meraih kemenangan.
Keberhasilan suatu servis tergantung pada kecepatan bola, jalan dan perputaran bola dan
penempatan bola ke tempat kosong kepada pemain ke garis belakang kepada pemain yang
melakukan perpindahan tempat.
 Aktivitas pembelajaran gerak spesifik servis bawah
Servis tangan bawah adalah servis yang sangat sederhana dan diajarkan terutama untuk
pemain pemula. Gerakannya lebih alamiah dan tenaga yang dibutuhkan tidak terlalu besar.
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan cara melakukan gerakan servis bawah
permainan bola voli berikut ini.
a) Berdiri dengan kaki kiri di depan, kaki kanan di belakang.
b) Bola dipegang oleh tangan kiri.
c) Kemudian lambungkan bola setinggi bahu.
d) Lalu pada saat yang bersamaan lengan kanan diayunkan ke belakang, seterusnya pukul
    bola dengan tangan kanan.
e) Perkenaan bola tepat pada tangan, dan telapak tangan mengahadap ke arah bola.
f ) Pukulan dilakukan dengan tangan dalam keadaan mengepal.
g) Setelah bola dipukul, diteruskan dengan melangkahkan kaki kanan ke depan.


Gambar 3 Teknik Servs Bawah Bola Voli
Sumber :  Muhajir.Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan/ Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.-- . Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016. 




Gambar 4. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik servis bawah permainan bola voli


D. Posisi Pemain  bola voli dan tugasnya

→ Set Upper / Pengumpan adaah penentu dan pengatur serangan 
→Libero / Pemain bertahan / Divender adalah pemain yang bertugas menerima  dan menahan serangan 
→Spiker / Smasher adalah yang mempunyai tugas utama melakukan 
→Server  
adalah posisi pemain yang sedang servis setelah selesai melakukan servis berperan menjadi →libero.








Penilaian Harian Materi Permainan Bola Voli Klik disini



Kamis, 16 April 2020

KD. Permainan Bola Kecil (Bulu Tangkis)


RANGKUMAN PERMAINAN BOLA KECIL 
(BULU TANGKIS)
Oleh : Tri Palupi, S.Pd MTs Negeri 8 Kebumen



II. Aktivitas Permainan Bola Kecil Melalui Permainan Bulu tangkis





Gambar : Permainan Bulu Tangkis




Gambar Peta Konsep Permainan Bila Kecil Bulu Tangkis 
Sumber : Muhajir. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Kelas7.2016



1 Pengertian dan asal-usul permainan bulu tangkis

Bulu tangkis adalah cabang olahraga yang termasuk ke dalam kelompok olahraga permainan. Permainan bulu tangkis dapat dimainkan di dalam maupun di luar lapangan, di atas lapangan yang dibatasi dengan garis-garis dalam ukuran panjang dan lebar tertentu. Lapangan bulu tangkis dibagi menjadi dua sama besar dan dipisahkan oleh net. Alat yang dipergunakan adalah sebuah raket sebagai alat pemukul serta shutlecock sebagai bola yang dipukul. Menurut sejarah, permainan bulu tangkis berasal dari permainan yang bernama Poona dan berasal dari India. Oleh beberapa perwira tentara Kerajaan Inggris yang menjajah India pada waktu itu, permainan ini dibawa ke Inggris dan dikembangkan di sana. Pada tahun 1873, permainan ini dimainkan di taman istana milik Duke de Beaufort di Badminton Gloucerter Shore, hingga karenanya permainan ini kemudian diberi nama badminton. Badminton atau bulu tangkis kemudian berkembang di banyak negara dan masuk ke Indonesia dibawa oleh orang-orang Belanda. Karena perkembangannya sangat pesat, maka didirikan organisasi internasional untuk mengatur kegiatan bulu tangkis internasional dan diberi nama International Badminton Federation (IBF) pada tanggal 5 Juli 1934 yang beranggotakan persatuan-persatuan bulu tangkis dari beberapa negara. Di Indonesia dibentuk organisasi induk tingkat nasional, yaitu Persatuan
Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada tanggal 5 Mei 1951. Kemudian pada tahun 1953, Indonesia menjadi anggota IBF dan dengan demikian berhak untuk mengikuti pertandingan-pertandingan internasional.






2. Perlengkapan dan lapangan bermain bulu tangkis

a. Raket (Pemukul)







Gambar : Permainan Raket




Raket merupakan alat pemukul yang sangat ringan dan kuat. Beratnya kurang dari 150gram. Jenis-jenis raket yang dipergunakan dalam bermain bulu tangkis, antara lain berikut ini.


1) Raket yang berat di bagian atas (kepala).

2 Raket yang berat di bagian pegangan (handle)

3) Raket yang seimbang cocok untuk pemain (allround).

4) Bahan raket :

    a) Terbuat dari kayu seluruhnya.
    b) Terbuat dari kayu dan aluminium.
    c) Terbuat dari aluminium seluruhnya.
    d) Terbuat dari fiberglass.
    e) Terbuat dari arang (carbonex).


b. Shuttlecock

Terdiri dari bagian kepala dan bulu. Shuttlecock yang baik menggunakan gabus sebagai kepala dan dibungkus dengan kulit yang tipis dan kuat. Beratnya antara 73–85 grains (4,73–5,50 gram) dan harus mempunyai 14-16 helai bulu yang ditancapkan ke dalam gabus yang bergaris 1-1/8 inch atau 25-28 milimeter. Bulunya harus berukuran 64-74 mm dari ujung atas sampai ke bagian yang rata pada gabus. Garis tengah atau diameter bagian atas shuttlecock 54-56 mm dan harus diikat dengan benang secara kuat atau bahan lain yang kuat.





Gambar Shuttle cock


c. Lapangan 





Gambar Lapangan Bulu Tangkis



Gambar. Lapangan Bulu Tangkis 



Bentuk lapangan dan ukurannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Lantai lapangan dapat dibuat dari bahan berikut:
   1) Lantai tanah atau pasir (umumnya lapangan luar ruangan)
   2) Lantai kayu (wooder court)
   3) Lantai dengan karpet sintetis (porta court)
   4) Lantai semen atau tegel (court)


3. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik bermain bulu tangkis

Dalam permainan bulu tangkis unsur utama yang harus dimiliki dan dikuasai oleh seorang pemain bulu tangkis adalah gerak dasar dalam permainan bulu tangkis. Dalam permainan bulu tangkis kemampuan servis mutlak dikuasai oleh
pemain. Salah melakukan servis berarti fatal, sedangkan unggul dalam servis berarti membuka kemungkinan mendapatkan angka.Tanpa penguasaan gerak dasar bermain bulu tangkis dengan baik, kamu tidak mungkin dapat bermain bulu tangkis dengan baik pula. Sekarang baca berbagai gerak dasar permainan bulu tangkis dengan cermat, kemudian bermainlah bersama-sama temanmu untuk mempraktikkan berbagai jenis keterampilan yang ada dalam buku ini, kemudian diskusikan cara bermain yang baik. Yakinlah “kamu bisa menjadi apapun yang kamu inginkan, dengan catatan kamu serius dan sepenuh hati melakukannya” Permainan bulu tangkis akan berhasil dengan baik apabila kamu terampil melakukan teknik bermain bulu tangkis.
Bulu tangkis merupakan permainan bola kecil dengan raket dan kok yang dipukul
melalui net yang direntangkan di tengah lapangan. Permainan ini dapat dimainkan oleh
dua orang (tunggal) maupun empat orang (ganda). Peraturan permainan bulu tangkis
ditetapkan oleh IBF (International Badminton Federation). Induk organisasi bulu tangkis Indonesia adalah PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) yang didirikan tahun 1951. Indonesia secara resmi menjadi anggota IBF tahun 1953.

Langkah awal untuk dapat bermain bulu tangkis dengan baik adalah menguasai teknik-teknik dasarnya lebih dahulu. Penguasaan teknik dasar permainan bulu tangkis harus dipelajari dengan baik danbenar. 

Teknik dasar permainan bulu tangkis adalah :

1. Teknik Memegang Raket

    Memegang (grip) dalam permainan bulu tangkis terdiri atas 3 jenis, yaitu:

    a. Forehand grip (forehand), Pelaksanaannya:

       1. Pegang raket di tangan kiri dan posisi raket tegak lurus.
       2. Tangan kanan memegang senar.
       3. Tangan kanan arahkan ke pegangan raket.
       4. Telapak tangan berada pada ujung pegangan tangan.
       5. Jari telunjuk agak terpisah dari jari-jari lainnya.
       6. Ibu jari melingkar wajar.
       7. Jari-jari lainnya agak renggang

  b. Backhand grip (backhand), Pelaksanaannya:

       1. Ibu jari posisinya melingkar tegak lurus di sepanjangpegangan raket.
       2. Ibu jari ke dalam sebagai pengungkit.
       3. Pegangan berubah dengan berputarnya raket ¼ putaran.

  c. Frying pen (servis), Pelaksanaannya :

       1. Letakkan raket di lantai, pegang dan angkatlah.
       2. Bidang raket sejajar dengan tubuh.
       3. Seperti memegang penggorengan atau palu.

2. Teknik Pukulan (Stroke)

a. Servis

    Servis adalah pukulan permulaan untuk memainkan bola. Dalam bulu tangkis, ada tiga macam 
    servis, yaitu:

1. Servis panjang (deep singles service), Pelaksanaannya :

    - Berdiri kangkang, berat badan di kaki belakang.
    - Tangan kiri yang memegang bola, jatuhkan tepat di depan.
    - Putar badan pada saat berat badan berpindah dari kaki belakang ke kaki yang di depan.
    - Pergelangan tangan dan lengan berputar.
    - Bola dipukul tinggi dan jauh.
    - Sebelum bola dipukul, kedua kaki jangan bergeser.
    - Gerakan akhir servis, arahkan tangan melampaui bahu kiri.

2. Servis pendek (short double service), Pelaksanaannya :

    - Pegang bola dengan tangan kiri setinggi dada, kepala raket mengarah ke bawah.
    - Ayun raket ke depan, pukul dengan pelan.
    - Jangan menggeser kedua kaki.

3. Variasi servis pendek (short doubles service), Pelaksanaannya:

    - Pegang bola di bawah pinggang dengan tangan kiri.
    - Tangan kanan memegang raket dengan posisi menyilang.
    - Pukul dengan pelan sedikit di bawah pinggang.
    - Jangan mengangkat dan menggeser kedua kaki.



b. Forehand


1. Forehand clear, 



    Pelaksanaannya :


    - Rentangkan tangan ke atas.
    - Bidang raket tegak lurus.
    - Pukulan setinggi mungkin.
    - Pukulan keras ke belakang lapanganlawan.

2. Forehand overhead (pukulan di atas kepala) , Pelaksanaannya:

    -  Kaki setinggi pinggang.
    -  Bola dipukul dengan raket yang melampaui kepala dengan gerakan memutar tubuh.
       dilanjutkan dengan gerakan yang cepat, yaitu berat badan berpindah dari kaki kanan ke
       kaki kiri, bidang raket tepat menghadap sasaran dan kepala raket mengayun  kebawah.




3. Forehand drop (pukulan lambat dan pelan jatuh di muka net). Pelaksanaannya :


    - Bola dipukul, bidang raket datar,mengarah ke muka lawan.
    - Bola didorong perlahan.
    - Gerakan akhir dilanjutkan sampai raketke arah net.
    - Bola dipukul jatuh tipis dekat jaring(net).


4. Forehand smash

    Tujuannya mematikan lawan, bola dipukul sekeras-kerasnya, Pelaksanaannya:

    - Bola dipukul dengan tangan telentang pada saat di atas muka.
    - Pergelangan berputar pada saat perkenaan raket posisi datar.
    - Bola dipukul dengan keras.

    - Letakkan bola ke sudut yang sulit dicapai lawan.


c. Backhand, Pelaksanaannya:
    1. Pegangan backhand berputar dengan cara memindahkan kaki kanan ke samping.
    2. Berat badan di kaki kiri.
    3. Lengan atas membuat sudut, lengan bawah menyudut ke bawah.
    4. Kepala raket ke bawah.

3. Pukulan Net

    Pukulan ini dilakukan untuk mengembalikan bola di depan net dengan cara pukulan
    net clear atau net drop. Pukulan net terdiri atas:
    a. Forehand net clear;
    b. Backhand net clear;
    c. Forehand net drop;
    d. Backhand net drop.


 Video Pemebelajaran Servis dapat dilihat pada Chane You Tube disini


Soal Ulangan Klik disini


Sumber Materi Pembelajaran : Muhajir. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Kelas7.2016