Kamis, 16 Maret 2017

KD 2. Permainan Bola Kecil Kasti Pembelajaran PJOK Kelas 7 Semester Genap



PERMAINAN BOLA KECIL
PENILAIAN GERAK SPESIFIKASI LEMPAR TANGKAP BOLA KASTI

Perhatikan Video Pemainan Bola Kasti dibawah ini :



A.Lapangan Permainan Kasti

      Lapangan kasti berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 60-70 meter dan lebar 30 meter. Lapangan terdiri dari beberapa bagian. Yaitu bagian pelempar (pelambung), pemukul, tiang hinggap base (1) dan tiang hinggap terakhir (2) di ujung lapangan, dan ruang bebas. Bagian-bagian ini diberi tanda. Untuk tandanya bisa digunakan keset atau bendera kecil.




B. Perlengkapan / Peralatan Permainan Kasti
      Alat-alat yang digunakan dalam permainan bola kasti, diantaranya adalah: 
• bola berukuran kecil, biasanya berwarna hijau atau kuning, disebut juga bola kasti, 
• tongkat pemukul yang terbuat dari kayu dengan panjang 50-60 cm, 
• keset atau bendera kecil.

C.Waktu
Waktunya dua babak. Lamanya bermain di setiap babaknya 20 atau 30 menit diselingi istirahat selama 10 menit. karena permainan ini sistemnya adalah bukan perhitungan waktu, maka yang terbaik adalah menentukan sendiri sesuai kemampuan, dan jangan memaksakan diri untuk bermain dalam waktu yang lama. 


D.Perolehan nilai dan penentuan pemenang 
• Nilai nol diperoleh pemain yang pukulannya gagal 
• Nilai satu, jika pukulannya benar dan ia kembali ke ruang bebas dengan selamat diselingi pukulan   bola oleh teman pemain dalam regu satu. 
Nilai satu diberikan pada regu penjaga bila berhasil menangkap bola pukul secara langsung sebelum bola tersebut jatuh ke tanah. Regu penangkap dapat mengumpulkan nilai juga jika tangkapannya benar. 
Nilai dua jika pukulan dari regu pemukul betul dan dapat lari ke base 1 dan 2, serta dapat kembali ke ruang bebas dengan selamat secara langsung tanpa terhalang pemukul berikutnya. 
Nilai tiga didapat oleh regu penjaga, jika dalam satu putaran permainan, penjaga berhasil menangkap bola  tiga kali. Kemudian dilakukan pertukaran tempat
 • Regu yang paling banyak mengumpulkan nilai dinyatakan sebagai pemenang. Nilai dicatat oleh pencatat nilai.

E.Taktik permainan 
• Pemukul harus memukul bola dengan keras agar lambungannya sukar dijangkau penjaga dan dapat  
melampaui pos jaga (base). 
• Pelambung harus berusaha melambungkan bola dengan benar agar luput dari pukulan pemukul, bola lemparan harus cepat, keras, dan sukar dipukul 
• Penangkap harus bersiap menangkap bola yang luput dari pukulan pemukul. 
• Penjaga harus selalu siap menangkap dan mengoper bola.
 
F.Pemain 
• Permainan kasti dimainkan oleh dua regu, setiap regu terdiri dari 12 orang pemain. 
• Satu regu pemukul dan satu regu penjaga. Satu orang dari tiap regu ditunjuk sebagai pemimpin (kapten)
• Sebelum permainan dilakukan pengundian untuk menentukan regu pemukul dan regu penjaga.  
 • Semua pemain mengenakan nomor dada yang berurutan 1 sampai 12. 
• Pemain dari regu penjaga boleh berada di mana saja, kecuali di ruang bebas, di ruang pemukul dan di daerah lurus dari ruang pemukul ke tiang hinggap pertama.

 
G.Pemukul 
• Setiap pemain dari regu pemukul hanya berhak atas satu pukulan saja, kecuali pemain pembebas yangberhak memukul sebanyak 3 kali. Maka kamu harus bersungguhsungguh dalam memukul agar berhasil. 
• Jika bola terpukul dengan benar, pemukul harus berlari ke base 1 dan 2, kemudian kemballi ke ruang bebas. 
• Semua pemain dari regu pemukul harus berada di ruang bebas, kecuali saat dipanggil untuk memukul sesuai nomor urutnya 
• Pukulan dianggap benar jika bola dari pelambung dipukul tidak melampaui garis pukul atau jatuh di dalam daerah permainan 
• Pukulan dianggap salah jika bola dari pelambung dipukul tidak melampaui garis pukul atau jatuh di luar lapangan permainan.

H. Pergantian regu

a. Pergantian tidak bebas terjadi, apabila salah seorang regu pemukul terkena lemparan bola oleh regu
penjaga maka regu pemukul berganti menjadi regu penjaga. Pelemparan terhadap regu pemukul tidak sah apabila regu pemukul telah berada di tiang hinggap atau di ruang bebas.

b. Pergantian bebas dilakukan apabila: 
• regu penjaga berhasil menangkap bola sebanyak tiga kali berturut-turut dengan tidak diselingi pergantian, 
pembebas sudah memukul bola yang ketiga dan belum ada anggota regu pemukul yang berhasil masuk ke ruang bebas, 
• kayu pemukul terlepas dari tangan saat pemukul melakukan pukulan

c. Pembebas ialah satu-satunya anggota regu pemukul yang berada dalam ruang bebas dan ruang pemukul. 
Kepadanya diberikan kesempatan memukul bola tiga kali, kecuali setelah pemukul pertama, ada anggota regu pemukul yang dapat kembali ke ruang bebas.

I. Cara menimpuk lawan dan mematikan lawan

Menimpuk atau mematikan adalah melempar bola ke tubuh lawan. dilakukan dengan cara dilempar atau  
membakar ruang bebas jika kosong. Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam mematikan lawan: 
• timpukan tidak boleh keras, 
• timpukan diarahkan pada kaki atau punggung kaki, 
• tidak boleh menimpuk muka atau kepala, 

J. Teknik Dasar Gerakan Kasti

a) Aktivitas pembelajaran gerak dasar permainan kasti

Seorang pelambung bertugas melambungkan bola ke arah pemukul dengan ayunan dari
bawah dengan satu tangan. Oleh karena itu, pelambung harus mampu melambungkan bola
lurus ke atas dan ke bawah sesuai dengan permintaan pemain yang akan melakukan pukulan.
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan gerakan melambungkan bola berikut ini.
(1) Bola dipegang dengan tangan kanan.
(2) Menghadap ke teman yang akan memukul bola.
(3) Langkahkan kaki kanan satu langkah ke depan.
(4) Ayunkan bola dengan tangan kanan.
(5) Lemparkan bola ke depan sesuai dengan permintaan pemukul.

Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman
maupun guru. Kemudian bandingkan gerakan melambungkan bola dengan cara berikut:
(a) Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
(b) Bandingkan gerakan yang siswa lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang
paling mudah dilakukan siswa.
(c) Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.

b) Aktivitas pembelajaran gerak dasar melempar bola ke berbagai arah dan berbagai
kecepatan

Bola yang dilempar dapat dilakukan dengan satu tangan kiri atau kanan. Sebelum bola
itu dilemparkan, bola harus diarahkan pada sasaran lempar yang akan dituju, dengan arah
lurus mendatar, rendah, dan melambung.

(1) Aktivitas pembelajaran melempar bola lurus/mendatar

Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan dan meragakan gerakan melempar bola
lurus/mendatar berikut ini.
(a) Bola dipegang dengan tangan kanan.
(b) Menghadap ke arah sasaran lempar.
(c) Pandangan tertuju pada sasaran lempar.
(d) Kedua kaki dibuka dengan menyilangkan kaki dan, lutut agak ditekuk.
(e) Rentangkan tangan lempar ke belakang dengan bola diarahkan ke sasaran.
(f ) Lengan kiri lurus ke depan sejajar dengan bahu.
(g) Ssikap badan sedikit ke belakang.
(h) Dengan melangkahkan kaki satu langkah, lemparkan bola lurus ke arah depan.

Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman
maupun guru. Siswa melakukan gerakan melempar bola lurus/ mendatar. Kemudian
bandingkan gerakan tersebut dengan cara berikut ini:

(a) Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
(b) Bandingkan gerakan yang siswa lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang
paling mudah dilakukan siswa.
(c) Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.

(2) Aktivitas pembelajaran melempar bola melambung

Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan gerakan melempar bola melambung
berikut ini.
(a) Arahkan bola dengan lemparan dari belakang bawah ke depan atas.
(b) Pandangan ditujukan pada arah sasaran lempar.
(c) Sikap badan sedikit ke belakang.
(d) Ayunkan bola dari belakang bawah menuju ke depan atas hingga bola lepas dan melambung jauh.

Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman
maupun guru. Siswa melakukan gerakan melempar bola melambung Kemudian bandingkan
gerakan tersebut dengan cara berikut:
(a) Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
(b) Bandingkan gerakan yang siswa lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang
paling mudah dilakukan siswa.
(c) Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.

(3) Aktivitas pembelajaran melempar bola rendah

Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan dan meragakan gerakan melempar bola
rendah berikut ini.

(a) Melangkahkan satu kaki ke depan.
(b) Bola diayunkan dari belakang atas menuju ke depan bawah hingga bola itu meluncur setinggi lutut 
      penerima.
(c) Pandangan selalu tertuju pada bola.
Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatanbaik dengan teman
maupun guru. Siswa melakukan gerakan melempar bola rendah. Kemudian bandingkan
gerakan tersebut dengan cara berikut:
(a) Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
(b) Bandingkan gerakan yang siswa lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang
paling mudah dilakukan siswa.
(c) Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.

(4) Aktivitas pembelajaran melempar bola menggelundung

Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan dan meragakan gerakan melempar bola
menggelundung berikut ini.
(a) Melangkahkan satu kaki ke depan.
(b) Bola diayunkan dari belakang atas menuju ke depan bawah hingga bola itu meluncur,
tangan lempar diayunkan dari atas menuju bawah lutut.
(c) Pandangan selalu tertuju pada bola.

K. Penilaian Gerak Spesifik lempar tangkap Bola Kasti

  1. Petunjuk Pelaksanaan
Siswa berdiri menghadap tembok memegang bola dibelakang garis 2,5 meter, setelah aba –aba dimulai siswa melakukan lempar tangkap bola ke tembok dibantu petugas pencatat hasil lemparan sah.
Lemparan sah adalah lemparan yang dapat ditangkap dengan baik
Setelah aba- aba waktu habis petugas melaporkan pada guru untuk di rekap dan melaporkan ke siswa yang bersangkutan agar bisa segera diketahui termasuk criteria nilai sesuai tabel dibawah.







 









   

Tugas Untuk Penilaian :

1. Kirimkan Video saat melempar dan menangkap bola sebanyak lima kali, teknik boleh menggunakan lemparan atas, lemparan samping badan maupun lemparan bawah. Kirimkan ke nomer bu Palupi di 081226743721

2. Kerjakan soal ulangan dalam google formulir dibawah ini KLIK



Daftar Pustaka  
1.      http://walpaperhd99.blogspot.co.id/2015/11/lapangan-kasti-alat-waktu-penilaian.html dikutip tanggal 19 Desember 2016 pukul 5.20 pm2.      muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan : buku guru/ Kementerian
2. Pendidikan dan Kebudayaan.-- . Edisi Revisi Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016. 




Selasa, 31 Januari 2017

Minggu, 06 November 2016

KD.1.3 Pembelajaran Passing dan Catching Bola Basket




PERMAINAN BOLA BASKET

1. Pengertian dan Asal-Usul Bola basket

Permainan bola basket dimainkan oleh dua regu putera maupun puteri
yang masing-masing regu terdiri dari 5 orang pemain. Permainan ini bertujuan
mencari nilai/angka sebanyak-banyaknya dengan cara memasukkan bola ke
basket lawan dan mencegah lawan untuk mendapatkan nilai. Ketika memainkan
bola pemain dapat mendorong bola, memukul bola dengan telapak tangan
terbuka, melemparkan atau menggiring bola ke segala penjuru dalam lapangan
permainan. Untuk dapat memainkan bola dengan baik perlu melakukan gerakan
dengan baik. Gerakan yang baik menimbulkan efisiensi kerja dan berkat
pembelajaran yang teratur mendapatkan efektivitas yang baik pula.
Permainan bola basket yang kita kenal sekarang ini diciptakan oleh Dr.
James A. Naismith pada tahun 1891 atas anjuran Dr. Luther Halsey Gulick. Dr.
Luther menganjurkan kepada Dr. Naismith untuk menciptakan permainan baru
yang dapat dimainkan di dalam gedung, mudah dimainkan, mudah dipelajari
dan menarik.
Pada mulanya Dr. Naismith menggunakan keranjang sebagai sasarannya,
maka permainan baru itu dinamakan “basket ball”. Pada tahun 1924 permainan
bola basket didemontrasikan pada Olimpiade di Perancis. Pada tanggal 21 Juni
1932 atas prakarsa Dr. Elmer Beny, direktur sekolah olahraga di Jeneva diadakan
konferensi bola basket. Dalam konferensi ini terbentuklah Federasi Bola
basket Internasional yang diberi nama Federation Internationale de Basketball
Amateur (FIBA). Pada tahun 1936 untuk pertama kali permainan bola basket
dipertandingkan dalam Olimpiade di Jerman, yang diikuti oleh 21 negara.
Permainan bola basket masuk ke Indonesia setelah Perang Dunia ke-II dan
dibawa oleh para perantau Cina. Pada PON I di Surakarta bola basket telah
masuk dalam acara pertandingan. Pada tanggal 23 Oktober 1951 berdirilah
Persatuan Basketball Seluruh Indonesia (PERBASI). Pada tahun 1953 PERBASI
diterima menjadi anggota FIBA. Pada tahun 1955 perpanjangan PERBASI
diubah menjadi Persatuan Bola basket Seluruh Indonesia dengan singkatan tetap
PERBASI.

2. Lapangan Permainan Bola basket




3. Aktivitas Pembelajaran Gerak Spesifik Permainan Bola basket

Permainan bola basket merupakan permainan yang gerakannya sangat
kompleks, yaitu gabungan dari jalan, lari, lompat, serta unsur kekuatan, kecepatan,
ketepatan, kelentukan, dan lain-lain. Untuk melakukan gerakan-gerakan bola
basket secara baik diperlukan kemampuan dasar fisik yang memadai. Kondisi
fisik yang baik akan memudahkan melakukan gerakan-gerakan yang lebih sulit
(kompleks).
Gerak spesifik permainan bola basket antara lain: (1) Gerak spesifik
melempar dan menangkap bola, (2) Gerak spesifik menggiring bola, (3) Gerak
spesifik menembak, (4) Gerak spesifik gerakan berporos, (5) Gerak spesifik Lay-
Up shoot, dan (6) Gerak spesifik merayah/rebound.




Passing adalah melempar
Catching adalah menangkap












Sumber : Muhajir, Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Kelas VII / Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.-- . Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016.
viii, 328 hlm. : ilus. ; 25 cm.

Rabu, 02 November 2016

KD 8.Pembelajaran Renang Gaya dada

Pembelajaran Renang Gaya Dada 
( KD 8. Aktifitas Air)

Kompetensi  Inti
                                              
3.  Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar  
            
3.8    Memahami gerakan spesifik salah satu gaya renang dengan koordinasi yang  baik. ***)
4.8    Mempraktikkan konsep gerak spesifik salah satu gaya renang dengan koordinasi yang baik.***)




BAB 1 Pendahuluan


A. Sekilas tentang olahraga Renang Gaya Dada

 

            Olahraga renang gaya dada adalah termasuk olahraga yang sangat menyehatkan karena pada saat melakukan renang gaya dada semua bagian tubuh berperan aktif sehingga renang gaya dada banyak direkomdasikan untuk terapi – terapi kesehatan, perangsang pertumbuhan terutama pada masa anak – anak maupun remaja, Olahraga juga cocok sebagai gerakan rekreasi. Renang gaya dada disebut juga “breast stroke”atau kondang dengan istilah gaya katak karena menirukan gerakan katak ketika berada di dalam air, keunggulan renang  gaya katak perenang dapat melihat kedepan sambil berenang walaupun merupakan gaya renang yang paling lambat diantara gaya yang ada. Olahraga renang berbeda dengan olahraga lain karena bergerak di air. Gerak manusia di darat pada umumnya pada posisi tegak atau vertikal dipengaruhi oleh data tarik bumi sepenuhnya, sedangkan perenang yang bergerak di air dalam posisi horizontal di bawah pengaruh daya tarik bumi dikurangi oleh dayatekan air ke atas.
            Tidak ada yang tahu pasti kapan berenang mulai dilakukan manusi, sejarah renang dimulai sejak berabad-abad yang lalu sebelum adanya pencatatan sejarah dimasa manusia belum mengenal tulisan. Salah satu bukti tertua yang menjelaskan adanya olahraga renang adalah ditemukannya lukisan tentang perenang pada dinding goa dari zaman batu yang terletak di Wadi Sora, Gilf Kebir, Mesir barat daya.
            Olahraga renang terus berkembang dari jaman mulai dipertandingkan pada abad 19 sampai dengan sekarang menjadi salah satu cabang olahraga yang selalu dipertandingkan dalam setiap event kejuarngaan baik POPDA, PORDA, PON, ASEAN GAME, SEAGAME maupun OLIMPIADE. Nomor cabang yang dipertandingkan juga sangat banyak mulai dari Gaya kupu-kupu putra putri : 100 m, 200 m, Gaya punggung: 100 m, 200 m, Gaya dada: 100 m, 200 m, Gaya ganti perorangan: 200 m, 400 m, Gaya ganti estafet: 4 x 100 m, Gaya bebas estafet: 4 x 100 m, 4 x 200 m Gaya bebas : 50 m, 100 m, 200m, 400 m, 800 m (putri), 1500 m (putra) , putra putri.