Selasa, 26 September 2017

Hasil Pelatihan TUB-BB 2017

PELATIHAN TATA UPACARA BENDERA - BARIS BERBARIS
Dinas Pemuda dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kebumen Tahun 2017

            Assalamu'alaikum, Siapa kita? " pelatih, TUB-BB,  Kebumen, Bisa " Begitulah yel yel yang instruktur ajarkan kepada kami, tujuannya untuk menanamkan semangat disiplin berlatih para peserta dari berbagai usia dan latar belakang, sebelum kami lupa, sudilah saya menuliskan kembali rangkuman kegiatan pelatihan ini agar di masa yang akan datang juga masih dapat saya buka kembali, dan saya juga persilahkan kepada teman - teman sesama perserta untuk mengkopi isi blog ini sebagai bahan laporan kesekolahan maupun sebagai sumber pembelajaran di Sekolah atau instansi asal.
            Saya ucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada bapak Kepala MTs Negeri Gombong yang telah menugaskan kami pada pada pelatihan ini, kami juga mengucapkan terimaksih kepada  Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata, Bapak Kabid Kepemudaan dan Olahraga, Bapak Kasi Kepemudaan serta panitia yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah mengundang dan memfasilitasi semua kegiatan dengan teramat istimewa baik instruktur, ruangan, makanan dan sebagainya.

Pelaksanaan pelatihan dilaksanakan mulai dari hari Senin s/d Rabu, 25 s/d 27 September 2017
di Ruang Pedalen Hotel Candisari dan Resto Karanganyar. 


Latar Belakang Kegiatan adalah :

          Dikarenakan ketidakseragaman pelaksanaan Tata Upacara Bendera Di masing - masing Sekolah atau instansi sehingga menimbulkan keragu-raguan dari para pelatih Upacara Bendera, sehingga sangat dibutuhkan pelatihan para pelatih Upacara yang nantinya akan menjadi penggerak utama pelaksanaan Upacara di Sekolah sesuai Permen.

Dasar Kegiatan atau mengikuti Pelatihan :
 1. Surat Undangan dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kebumen
 2. Surat tugas Kepala Madrasah

Tujuan Kegiatan dari Pelatihan ini adalah :
1. Menumbuhkan sikap Jasmani yang Tegap, Disiplin bagi para pelatih TUB-BB
3. Terciptanya Kesepahaman persepsi TUB-BB sesuai Peraturan Pemerintah dari para pelatih yang 
    nantinya akan mengimplementasikan ilmunya di sekolah atau pangkalan masing - masing tanpa 
    keragu-raguan.
4. Terciptanya rasa Nasionalisme dan Wawasan Kebangsaan di hati para pelatih

(hehehhe .. latar belakang, dasar kegiatan dan tujuan saya belum bisa ngisi lengkap,
heheheh.....pak kasi kemarin cepet banget laporanya....Mohon dibantu  mengisi....)

Nama bapak - bapak Istruktur dan Asal instansi :
1. Ruswanto  dari SMK Negeri 1 Puring
2. Sunan Taufik DJ dari Koramil Kebumen
3. Akhmad Sugi dari Kodim Kebumen

Peserta :
20 guru SMP
20 Guru MTs
10 OKP

Buku Pedoman :
1. Juklak Upacara Bendera Di Sekolah, Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Direktorat
    Jendral Pendidikan dan Menengah, Direktorat Pendidikan Kesiswaan, 1998
2. Peraturan Panglima TNI No. 46 Tahun 2014 tentang Peraturan Baris Berbaris 

Materi :
1. Peraturan Baris Berbaris mulai dari sikap siap sikap istirahat, gerakan hadap kanan, hadap kiri, 
    balik kanan, langkah terbatas kanan atau kiri, langkah terbatas depan atau belakang, langkah  
    tegap, langkah biasa, haluan, melintang baik aba - aba maupun gerakan yang sesuai permen.
    
2. Peraturan Tata Upacara Bendera di Sekolah



UPACARA PENGIBARAN BENDERA 
1.  Setiap Pemimpin Barisan menyiapkan barisannya
2. Pemimpin Upacara Memasuki lapangan Upacara
3. Penghormatan Peserta Upacara
4. Laporan Setiap Pemimpin Barisan
    Kepada Pemimpin Upacara
5. Pembina Upacara Memasuki
   lapangan Upacara
6. Penghormatan Umum
7. Laporan Pemimpin Upacara
8. Pengibaran Bendera Sang Merah Putih
9. Mengheningkan cipta
10. Pembacaan Teks Pembukaan UUD 1945
11. Pembacaan Teks Pancasila
12. Amanat Pembina Upacara
13. Menyanyikan lagu nasional
14. Pembacaan Doa
15. Laporan Pemimpin Upacara
16. Penghormatan Umum
17. Pembina Upacara Meninggalkan Lapangan Uacara
18. Upacara Selesai Barisan Dibubarkan

Video Pembelajaran TUB-BB :  




 https://youtu.be/V7jBxlIGjZM

Buku Pedoman :
1. Juklak Upacara Bendera Di Sekolah, Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Direktorat
    Jendral Pendidikan dan Menengah, Direktorat Pendidikan Kesiswaan, 1998
2. Peraturan Panglima TNI No. 46 Tahun 2014 tentang Peraturan Baris Berbaris 

Tindak Lanjut
 
Tindak lanjut yang dilakukan setelah kegiatan Pelatihan Pelatih TUB-BB ini adalah memberdayakan Guru atau para pelatih Upacara untuk mengembangkan dan implementasikan TUB- BB sesuai Juklak dan  memiliki keinginan yang kuait untuk berani memberi masukan ke dalam instansi atau sekolahan masing- masing agar pelaksanaan Upacara Bendera terlaksana sesuai Permen.


Dampak Pengembangan diri

Adapun dampak penulis harapkan dari pengembangan diri yang dilakukan setelah mengikuti pelatihan ini adalah:

          1. Penulis semakin menyadari bahwa selama ini saya masih banyak sekali kekurangan dari diri saya 
        terkait pengetahuna TUB_BB

         2.  Penulis mendapatkan  ilmu dan keterampilan cara melatih TUB-BB dan semoga penulis atau saya 
        dapat menerapkannya di Madrasah kami bersama Tim Pembina Osis 

Jadwal :




Pelaksanaan Upacara Pembukaan :

1. Pembukaan dengan Bacaan Basmallah bersama
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
3. Laporan Ketua Penyelenggara Bapak Kasi Kepemudaan Bapak NurwiyantoS.Sos
4. Sambutan sekaligus membuka acara oleh bapak Kabid Kepemudaan dan Olahraga Bapak Edi 
    Sukamsi, S.Pd.M.Pd
5. Doa oleh Bapak Ghofir dari MTs Negeri 2 Kebumen
5. Penutup




 Materi di Ruangan :







Materi Dilapangan :



 Istirahat :














































Arsip Undangan :



Arsip daftar hadir :





Kamis, 16 Maret 2017

KD 2. Permainan Bola Kecil Kasti Pembelajaran PJOK Kelas 7 Semester Genap



PERMAINAN BOLA KECIL
PENILAIAN GERAK SPESIFIKASI LEMPAR TANGKAP BOLA KASTI

Perhatikan Video Pemainan Bola Kasti dibawah ini :



A.Lapangan Permainan Kasti

      Lapangan kasti berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 60-70 meter dan lebar 30 meter. Lapangan terdiri dari beberapa bagian. Yaitu bagian pelempar (pelambung), pemukul, tiang hinggap base (1) dan tiang hinggap terakhir (2) di ujung lapangan, dan ruang bebas. Bagian-bagian ini diberi tanda. Untuk tandanya bisa digunakan keset atau bendera kecil.




B. Perlengkapan / Peralatan Permainan Kasti
      Alat-alat yang digunakan dalam permainan bola kasti, diantaranya adalah: 
• bola berukuran kecil, biasanya berwarna hijau atau kuning, disebut juga bola kasti, 
• tongkat pemukul yang terbuat dari kayu dengan panjang 50-60 cm, 
• keset atau bendera kecil.

C.Waktu
Waktunya dua babak. Lamanya bermain di setiap babaknya 20 atau 30 menit diselingi istirahat selama 10 menit. karena permainan ini sistemnya adalah bukan perhitungan waktu, maka yang terbaik adalah menentukan sendiri sesuai kemampuan, dan jangan memaksakan diri untuk bermain dalam waktu yang lama. 


D.Perolehan nilai dan penentuan pemenang 
• Nilai nol diperoleh pemain yang pukulannya gagal 
• Nilai satu, jika pukulannya benar dan ia kembali ke ruang bebas dengan selamat diselingi pukulan   bola oleh teman pemain dalam regu satu. 
Nilai satu diberikan pada regu penjaga bila berhasil menangkap bola pukul secara langsung sebelum bola tersebut jatuh ke tanah. Regu penangkap dapat mengumpulkan nilai juga jika tangkapannya benar. 
Nilai dua jika pukulan dari regu pemukul betul dan dapat lari ke base 1 dan 2, serta dapat kembali ke ruang bebas dengan selamat secara langsung tanpa terhalang pemukul berikutnya. 
Nilai tiga didapat oleh regu penjaga, jika dalam satu putaran permainan, penjaga berhasil menangkap bola  tiga kali. Kemudian dilakukan pertukaran tempat
 • Regu yang paling banyak mengumpulkan nilai dinyatakan sebagai pemenang. Nilai dicatat oleh pencatat nilai.

E.Taktik permainan 
• Pemukul harus memukul bola dengan keras agar lambungannya sukar dijangkau penjaga dan dapat  
melampaui pos jaga (base). 
• Pelambung harus berusaha melambungkan bola dengan benar agar luput dari pukulan pemukul, bola lemparan harus cepat, keras, dan sukar dipukul 
• Penangkap harus bersiap menangkap bola yang luput dari pukulan pemukul. 
• Penjaga harus selalu siap menangkap dan mengoper bola.
 
F.Pemain 
• Permainan kasti dimainkan oleh dua regu, setiap regu terdiri dari 12 orang pemain. 
• Satu regu pemukul dan satu regu penjaga. Satu orang dari tiap regu ditunjuk sebagai pemimpin (kapten)
• Sebelum permainan dilakukan pengundian untuk menentukan regu pemukul dan regu penjaga.  
 • Semua pemain mengenakan nomor dada yang berurutan 1 sampai 12. 
• Pemain dari regu penjaga boleh berada di mana saja, kecuali di ruang bebas, di ruang pemukul dan di daerah lurus dari ruang pemukul ke tiang hinggap pertama.

 
G.Pemukul 
• Setiap pemain dari regu pemukul hanya berhak atas satu pukulan saja, kecuali pemain pembebas yangberhak memukul sebanyak 3 kali. Maka kamu harus bersungguhsungguh dalam memukul agar berhasil. 
• Jika bola terpukul dengan benar, pemukul harus berlari ke base 1 dan 2, kemudian kemballi ke ruang bebas. 
• Semua pemain dari regu pemukul harus berada di ruang bebas, kecuali saat dipanggil untuk memukul sesuai nomor urutnya 
• Pukulan dianggap benar jika bola dari pelambung dipukul tidak melampaui garis pukul atau jatuh di dalam daerah permainan 
• Pukulan dianggap salah jika bola dari pelambung dipukul tidak melampaui garis pukul atau jatuh di luar lapangan permainan.

H. Pergantian regu

a. Pergantian tidak bebas terjadi, apabila salah seorang regu pemukul terkena lemparan bola oleh regu
penjaga maka regu pemukul berganti menjadi regu penjaga. Pelemparan terhadap regu pemukul tidak sah apabila regu pemukul telah berada di tiang hinggap atau di ruang bebas.

b. Pergantian bebas dilakukan apabila: 
• regu penjaga berhasil menangkap bola sebanyak tiga kali berturut-turut dengan tidak diselingi pergantian, 
pembebas sudah memukul bola yang ketiga dan belum ada anggota regu pemukul yang berhasil masuk ke ruang bebas, 
• kayu pemukul terlepas dari tangan saat pemukul melakukan pukulan

c. Pembebas ialah satu-satunya anggota regu pemukul yang berada dalam ruang bebas dan ruang pemukul. 
Kepadanya diberikan kesempatan memukul bola tiga kali, kecuali setelah pemukul pertama, ada anggota regu pemukul yang dapat kembali ke ruang bebas.

I. Cara menimpuk lawan dan mematikan lawan

Menimpuk atau mematikan adalah melempar bola ke tubuh lawan. dilakukan dengan cara dilempar atau  
membakar ruang bebas jika kosong. Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam mematikan lawan: 
• timpukan tidak boleh keras, 
• timpukan diarahkan pada kaki atau punggung kaki, 
• tidak boleh menimpuk muka atau kepala, 

J. Teknik Dasar Gerakan Kasti

a) Aktivitas pembelajaran gerak dasar permainan kasti

Seorang pelambung bertugas melambungkan bola ke arah pemukul dengan ayunan dari
bawah dengan satu tangan. Oleh karena itu, pelambung harus mampu melambungkan bola
lurus ke atas dan ke bawah sesuai dengan permintaan pemain yang akan melakukan pukulan.
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan gerakan melambungkan bola berikut ini.
(1) Bola dipegang dengan tangan kanan.
(2) Menghadap ke teman yang akan memukul bola.
(3) Langkahkan kaki kanan satu langkah ke depan.
(4) Ayunkan bola dengan tangan kanan.
(5) Lemparkan bola ke depan sesuai dengan permintaan pemukul.

Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman
maupun guru. Kemudian bandingkan gerakan melambungkan bola dengan cara berikut:
(a) Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
(b) Bandingkan gerakan yang siswa lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang
paling mudah dilakukan siswa.
(c) Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.

b) Aktivitas pembelajaran gerak dasar melempar bola ke berbagai arah dan berbagai
kecepatan

Bola yang dilempar dapat dilakukan dengan satu tangan kiri atau kanan. Sebelum bola
itu dilemparkan, bola harus diarahkan pada sasaran lempar yang akan dituju, dengan arah
lurus mendatar, rendah, dan melambung.

(1) Aktivitas pembelajaran melempar bola lurus/mendatar

Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan dan meragakan gerakan melempar bola
lurus/mendatar berikut ini.
(a) Bola dipegang dengan tangan kanan.
(b) Menghadap ke arah sasaran lempar.
(c) Pandangan tertuju pada sasaran lempar.
(d) Kedua kaki dibuka dengan menyilangkan kaki dan, lutut agak ditekuk.
(e) Rentangkan tangan lempar ke belakang dengan bola diarahkan ke sasaran.
(f ) Lengan kiri lurus ke depan sejajar dengan bahu.
(g) Ssikap badan sedikit ke belakang.
(h) Dengan melangkahkan kaki satu langkah, lemparkan bola lurus ke arah depan.

Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman
maupun guru. Siswa melakukan gerakan melempar bola lurus/ mendatar. Kemudian
bandingkan gerakan tersebut dengan cara berikut ini:

(a) Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
(b) Bandingkan gerakan yang siswa lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang
paling mudah dilakukan siswa.
(c) Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.

(2) Aktivitas pembelajaran melempar bola melambung

Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan gerakan melempar bola melambung
berikut ini.
(a) Arahkan bola dengan lemparan dari belakang bawah ke depan atas.
(b) Pandangan ditujukan pada arah sasaran lempar.
(c) Sikap badan sedikit ke belakang.
(d) Ayunkan bola dari belakang bawah menuju ke depan atas hingga bola lepas dan melambung jauh.

Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman
maupun guru. Siswa melakukan gerakan melempar bola melambung Kemudian bandingkan
gerakan tersebut dengan cara berikut:
(a) Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
(b) Bandingkan gerakan yang siswa lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang
paling mudah dilakukan siswa.
(c) Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.

(3) Aktivitas pembelajaran melempar bola rendah

Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan dan meragakan gerakan melempar bola
rendah berikut ini.

(a) Melangkahkan satu kaki ke depan.
(b) Bola diayunkan dari belakang atas menuju ke depan bawah hingga bola itu meluncur setinggi lutut 
      penerima.
(c) Pandangan selalu tertuju pada bola.
Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatanbaik dengan teman
maupun guru. Siswa melakukan gerakan melempar bola rendah. Kemudian bandingkan
gerakan tersebut dengan cara berikut:
(a) Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
(b) Bandingkan gerakan yang siswa lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang
paling mudah dilakukan siswa.
(c) Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.

(4) Aktivitas pembelajaran melempar bola menggelundung

Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan dan meragakan gerakan melempar bola
menggelundung berikut ini.
(a) Melangkahkan satu kaki ke depan.
(b) Bola diayunkan dari belakang atas menuju ke depan bawah hingga bola itu meluncur,
tangan lempar diayunkan dari atas menuju bawah lutut.
(c) Pandangan selalu tertuju pada bola.

K. Penilaian Gerak Spesifik lempar tangkap Bola Kasti

  1. Petunjuk Pelaksanaan
Siswa berdiri menghadap tembok memegang bola dibelakang garis 2,5 meter, setelah aba –aba dimulai siswa melakukan lempar tangkap bola ke tembok dibantu petugas pencatat hasil lemparan sah.
Lemparan sah adalah lemparan yang dapat ditangkap dengan baik
Setelah aba- aba waktu habis petugas melaporkan pada guru untuk di rekap dan melaporkan ke siswa yang bersangkutan agar bisa segera diketahui termasuk criteria nilai sesuai tabel dibawah.







 









   

Tugas Untuk Penilaian :

1. Kirimkan Video saat melempar dan menangkap bola sebanyak lima kali, teknik boleh menggunakan lemparan atas, lemparan samping badan maupun lemparan bawah. Kirimkan ke nomer bu Palupi di 081226743721

2. Kerjakan soal ulangan dalam google formulir dibawah ini KLIK



Daftar Pustaka  
1.      http://walpaperhd99.blogspot.co.id/2015/11/lapangan-kasti-alat-waktu-penilaian.html dikutip tanggal 19 Desember 2016 pukul 5.20 pm2.      muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan : buku guru/ Kementerian
2. Pendidikan dan Kebudayaan.-- . Edisi Revisi Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016. 




Selasa, 31 Januari 2017